
Pengalaman di Bandung kemarin gak akan pernah gue lupain. Semuanya terjadi pada senin pagi tanggal 23 November 2009. Ketika gue selesai menjadi petugas upacara bendera senin. Gue dipanggil Ary (TPA) diruang guru. Disana udah ada Nazrul (TPB), Lintang (TPB), dan Ganjar (MOA). Ternyata kami berlima disuruh untuk mengikuti diklat kewirausahaan yang diikuti sekolah-sekolah di Jawa barat. Terang aja kami semua senang minta ampun. Kapan lagi ke Bandung, 5 hari, nginap dihotel mewah, gratis pula hahaha.
Siang pukul 14.30 kami berangkat bersama pak Kepala sekolah dan pak Apud. Walaupun berdempet-dempetan dimobil, hati kami masih senang dan mengatakan “ Bandung.. bandung.. bandung hahaha” senang dalam hati kami menyelimuti selama perjalanan. Kami tiba dihotel Pesona Bamboe pukul 17.30. kami diminta langsung masuk ke dalam ruang diklat.
Kami masuk dengan perasaan dag dig dug duer hhe. Ketika kami masuk… “Prok…Prok..prok” suara tepuk tangan menyambut masuknya kami. Kami berlima tersenyum bingung. Sang motivator yang berada didepan pun ikut-ikutan tersenyum lebar. Selang beberapa saat kami diminta diam didepan. “Oh damn, what happening here?” pikirku tegang.
“Saya ingin tahu. Siapa diantara kalian yang bisa menjelaskan kepada kami semua mengapa kalian telat?” sang motivator bertanya. Kami diam sesaat seketika Ary mengangkat tangannya. “Prok….prok..prok…” kami ditepuk-tangani sekali lagi. Ary menjelaskan apa yang terjadi tidak kurang tidak lebih. Dan kami ditepuk tangani lagi hahaha.
Kami berempat dipersilahkan duduk kecuali Ary yang diminta diam didepan.
“Kamu tahu tidak? Dari sekolah-sekolah yang ada disini, cuma sekolah kalian yang dengan berani menjelaskan mengapa kalian telat. Yang lainnya saling mneyuruh teman disampingnya. Dia adalah calon pemimpin. Beri tepuk tangan.” Terang sang motivator itu dan Ary dtepuk tangani lagi.
Adzan maghrib berkumandang. Saatnya istirahat. Gue dan kawan-kawan menuju kamar. Oh shit, kamarnya bagus banget. Gak sia-sia gue ikut. Tempat ini kayak pavilion orang-orang kaya. Elegan banget. Bakalan betah gue dah ahahaha.
Setelah mandi dan sholat, gue dan kawan-kawan makan malam. Wow, ternyata banyak banget ya siswa-siswi sekolah-sekolah se-Jawa barat. Disebuah restoran kami makan. Dan aku yakin ini makanan orang-orang kaya hahaha. Jam 7 acara dimulai kembali sampai jam 9 acara selesai. Gue seneng banget dengan materi itu. Dia memeberikan motivasi besar kepada diri gue dan semuanya bahwa kita perlu percaya diri yang besar bila ingin menjadi wirausahawan. Kita butuh citra diri yang baik, dan konsep diri yang baik pula. Dia mengajarkan gue untuk selalu yakin. Ada 5 hal yang paling gue ingat dengan kata-katanya…
1. kejadian saya dhasyat
2. Saya diciptakan sempurna
3. Saya diciptakan untuk tujuan mulia
4. Saya berharga dihadapan tuhan
5. Saya berhak dapat yang terbaik.
Itu kata-kata yang akan selalu gue inget dari dia. Makasih buat bapak yang gue lupa namanya hhe.
Hari-hari gue lewatin dengan perasaan senang dan gak inget sama sekali dengan hiruk pikuknya sekolah. Gue memfokuskan diri untuk mengikuti materi-materi yang diajarkan. Banyak sekolah dari Bekasi yang ikut. Dan ternyata gue ketemu temen SD gue. Namanya Risa. Dia udah berubah banget. Sekarang dia lebih dewasa dan berani ngomong didepan.
Gue juga dapat teman-teman baru disana. Pertama dari SMKN 1 Tambun utara. Ada si Ade, masda, Mas suri, dan putra. Kita sesama SMKN 1 dari Bekasi harus kompak (tuturnya hahaha). Akhirnya hari rabu hari terakhir kami melewati malam di Bandung. Kami semua diminta membuat rencana usaha untuk kedepannya. Dalam sesi ini kami diminta untuk membuat usaha yang beda dengan inovasi-inovasi baru. Kami dari Bekasi berencana membuat LUPISI (Lumpia isi bekasi) yang beda dan enak rasanya. Malamnya kami satu-satu mepresentasikan rencana usaha kami. Pada malam itu kami semua melewatinya dengan persaan bahagia. Aku bersosialisai dengan sekolah-sekolah lain. Aku semakin banyak mendapat teman-teman baru.
Satu yang membuatku tertarik. Namnya Ashri (Panggilannya Achi dari SMKN 1 Bandung). Parasnya cantik dan suaranya seperti operator seluler. Kami berteman pada saat itu. Aku juga kenalan dengan teman-temannya. Ada si Fitri, sesil, April, Nuri, Kanayanda, dan Ridwan. Kami semua bagai geng yang baru muncul. Tertawa terbahak-bahak.
Paginya acara ditutup. Kami mendapat sertifikat dan uang tunai Rp. 200.000 untuk mebuka sebuah usaha. Pada saat itu hati gue merasa sedih. Mengapa kita yang baru kenal harus dipisahkan dengan waktu. Kami tak menyia-nyiakan waktu. Kami langsung berfoto-foto bersama setelah acara selesai. Mungkin cuma itu yang akan dikenang setelah acara ini. Gue minta facebook temen-temen baru gue itu. Dan berharap masih bisa menjalin komunikasi.
Beberapa jam berlalu. Mungkin sudah ratusan foto yang kami buat. Akhirnya kami semua berpisah. Rasa sedih dihati gue semakin dalam. Mereka melambai-lambaikan tangannya dari mobil. Perpisahan memang menyedihkan. Tapi gue gak akan lupain semua itu. Gue akan terus ingat kalau gue pernah kenal dengan kalian semua. Kapan-kapan kita ngumpul lagi ya, kawan
Buat : April, Nuri, Sesil, Fitri, Achi, Nur Sholihah, Ridwan, Kanayanda, Ade, Masda, Massuri, Putra, Sartawi, Risa, Desy, Umairah, yuli, dan semua peserta diklat kewirausahaan angkatan ke6. Terima kasih, ini pengalaman berharga dalam hidup gue. Terima kasih