Welcome in My sweet World

welcome to my blog
blog tells about my life, my love, my friends

Senin, 30 November 2009

komitmen perjalanan untuk sukses


Pada hari ini saya mengkomitmenkan diri saya untuk menjadi SUKSES. Saya tahu bahwa sukses merupakan suatu proses bukan perhentian. Saya akan menemukan mimpi saya dan mengejarnya semampu saya untuk :

1. Mengetahui tujuan hidup saya
2. Bertumbuh untuk mencapai potensi maksimum saya
3. Menabur benih yang bermanfaat bagi orang lain

Meskipun jalannya tidak rata, saya harus belajar untuk memandang hidup dengan cara yang lain. Saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan dan tetap bertahan. Saya akan menempuh perjalanan menuju sukses. Potensi untuk menjadi besar ada didalam diri saya. Kunci memperoleh kebesaran ditemukan jika saya mencari dan kemudian mengembangkan mimpi saya. Saya segera berangkat.


Bandung, 24-11-2009





Wahyu satrio utomo

Menjadi seorang wirausahawan


Diklat kemarin memberiku inspirasi untuk menjadi seorang wirausawan. Kami semua diajarkan untuk tidak bergantung pada lapangan pekerjaan yang sudah ada. Tetapi harus membuka lapangan kerja sendiri. Memang dibutuhkan kerja keras untuk mencapai itu semua dan waktu yang tidak singkat pula.

Kami diajarkan tentang segala serba serbi dunia usaha yang terjadi dipasar. Mulai dari menggali potensi diri, teknik mengambil keputusan, membentuk self concept yang baik, hingga menjadi seseorang yang bermental baja untuk menghadapi dunia usaha yang akan digelutinya. Dari situ aku berpikir “Oh iya ya, ternyata pelajaran kewirusahaan itu bukan sampah.”

Banyak kata-kata yang memeberiku inspirasi. Dan itu semua membangkitkan jiwaku untuk mempunyai sifat kerja yang prestatif. Aku ingin terus berprestasi dalam segala bidang. Aku harus tetap optimis akan menjadi seorang wirausawan. Kalu aku jatuh, aku harus tetap bangkit dan terus begitu hingga sampai pada saatnya mencapai kesuksesan.

Contoh kata-kata yang memebriku inspirasi adalah :
1. Ideal diri adalah kunci dari self concept anda
2. Anda akan lakukan apa yang yang anda percaya bisa lakukan
3. kesalahan terbesar adalah orang yang takut berbuat kesalahan
4. makin banyak kesalahan makin baik
5. Seorang wirausahawan melihat tantangan sebagai peluang
6. Gunakanlah wktu anda untuk hal2 yang positif dan membangun diri anda
7. Perbedaan orang sukses dengan tidak sukses adalah bukan pada kepandaian, melainkan pada hsrat mencapai potensi maksimal
8. Kemiskinan bukanlah halangan untuk menjadi kaya, bahkan bisa menjadi motivasi
9.
- Kejadian saya dahsyat
- Saya diciptakan sempurna
- Saya diciptakan untuk tujuan mulia
- Saya berharga dihadapan Tuhan
- Saya berhak dapat yang terbaik


Dari sini saya ingin mulai membangun diri saya yang baru. Saya harus bisa mencapai kesuksesan itu walapun jalannya tidak rata. Yah, itu harus.

My new friends


Pengalaman di Bandung kemarin gak akan pernah gue lupain. Semuanya terjadi pada senin pagi tanggal 23 November 2009. Ketika gue selesai menjadi petugas upacara bendera senin. Gue dipanggil Ary (TPA) diruang guru. Disana udah ada Nazrul (TPB), Lintang (TPB), dan Ganjar (MOA). Ternyata kami berlima disuruh untuk mengikuti diklat kewirausahaan yang diikuti sekolah-sekolah di Jawa barat. Terang aja kami semua senang minta ampun. Kapan lagi ke Bandung, 5 hari, nginap dihotel mewah, gratis pula hahaha.

Siang pukul 14.30 kami berangkat bersama pak Kepala sekolah dan pak Apud. Walaupun berdempet-dempetan dimobil, hati kami masih senang dan mengatakan “ Bandung.. bandung.. bandung hahaha” senang dalam hati kami menyelimuti selama perjalanan. Kami tiba dihotel Pesona Bamboe pukul 17.30. kami diminta langsung masuk ke dalam ruang diklat.
Kami masuk dengan perasaan dag dig dug duer hhe. Ketika kami masuk… “Prok…Prok..prok” suara tepuk tangan menyambut masuknya kami. Kami berlima tersenyum bingung. Sang motivator yang berada didepan pun ikut-ikutan tersenyum lebar. Selang beberapa saat kami diminta diam didepan. “Oh damn, what happening here?” pikirku tegang.

“Saya ingin tahu. Siapa diantara kalian yang bisa menjelaskan kepada kami semua mengapa kalian telat?” sang motivator bertanya. Kami diam sesaat seketika Ary mengangkat tangannya. “Prok….prok..prok…” kami ditepuk-tangani sekali lagi. Ary menjelaskan apa yang terjadi tidak kurang tidak lebih. Dan kami ditepuk tangani lagi hahaha.

Kami berempat dipersilahkan duduk kecuali Ary yang diminta diam didepan.
“Kamu tahu tidak? Dari sekolah-sekolah yang ada disini, cuma sekolah kalian yang dengan berani menjelaskan mengapa kalian telat. Yang lainnya saling mneyuruh teman disampingnya. Dia adalah calon pemimpin. Beri tepuk tangan.” Terang sang motivator itu dan Ary dtepuk tangani lagi.

Adzan maghrib berkumandang. Saatnya istirahat. Gue dan kawan-kawan menuju kamar. Oh shit, kamarnya bagus banget. Gak sia-sia gue ikut. Tempat ini kayak pavilion orang-orang kaya. Elegan banget. Bakalan betah gue dah ahahaha.

Setelah mandi dan sholat, gue dan kawan-kawan makan malam. Wow, ternyata banyak banget ya siswa-siswi sekolah-sekolah se-Jawa barat. Disebuah restoran kami makan. Dan aku yakin ini makanan orang-orang kaya hahaha. Jam 7 acara dimulai kembali sampai jam 9 acara selesai. Gue seneng banget dengan materi itu. Dia memeberikan motivasi besar kepada diri gue dan semuanya bahwa kita perlu percaya diri yang besar bila ingin menjadi wirausahawan. Kita butuh citra diri yang baik, dan konsep diri yang baik pula. Dia mengajarkan gue untuk selalu yakin. Ada 5 hal yang paling gue ingat dengan kata-katanya…

1. kejadian saya dhasyat
2. Saya diciptakan sempurna
3. Saya diciptakan untuk tujuan mulia
4. Saya berharga dihadapan tuhan
5. Saya berhak dapat yang terbaik.


Itu kata-kata yang akan selalu gue inget dari dia. Makasih buat bapak yang gue lupa namanya hhe.

Hari-hari gue lewatin dengan perasaan senang dan gak inget sama sekali dengan hiruk pikuknya sekolah. Gue memfokuskan diri untuk mengikuti materi-materi yang diajarkan. Banyak sekolah dari Bekasi yang ikut. Dan ternyata gue ketemu temen SD gue. Namanya Risa. Dia udah berubah banget. Sekarang dia lebih dewasa dan berani ngomong didepan.

Gue juga dapat teman-teman baru disana. Pertama dari SMKN 1 Tambun utara. Ada si Ade, masda, Mas suri, dan putra. Kita sesama SMKN 1 dari Bekasi harus kompak (tuturnya hahaha). Akhirnya hari rabu hari terakhir kami melewati malam di Bandung. Kami semua diminta membuat rencana usaha untuk kedepannya. Dalam sesi ini kami diminta untuk membuat usaha yang beda dengan inovasi-inovasi baru. Kami dari Bekasi berencana membuat LUPISI (Lumpia isi bekasi) yang beda dan enak rasanya. Malamnya kami satu-satu mepresentasikan rencana usaha kami. Pada malam itu kami semua melewatinya dengan persaan bahagia. Aku bersosialisai dengan sekolah-sekolah lain. Aku semakin banyak mendapat teman-teman baru.

Satu yang membuatku tertarik. Namnya Ashri (Panggilannya Achi dari SMKN 1 Bandung). Parasnya cantik dan suaranya seperti operator seluler. Kami berteman pada saat itu. Aku juga kenalan dengan teman-temannya. Ada si Fitri, sesil, April, Nuri, Kanayanda, dan Ridwan. Kami semua bagai geng yang baru muncul. Tertawa terbahak-bahak.

Paginya acara ditutup. Kami mendapat sertifikat dan uang tunai Rp. 200.000 untuk mebuka sebuah usaha. Pada saat itu hati gue merasa sedih. Mengapa kita yang baru kenal harus dipisahkan dengan waktu. Kami tak menyia-nyiakan waktu. Kami langsung berfoto-foto bersama setelah acara selesai. Mungkin cuma itu yang akan dikenang setelah acara ini. Gue minta facebook temen-temen baru gue itu. Dan berharap masih bisa menjalin komunikasi.


Beberapa jam berlalu. Mungkin sudah ratusan foto yang kami buat. Akhirnya kami semua berpisah. Rasa sedih dihati gue semakin dalam. Mereka melambai-lambaikan tangannya dari mobil. Perpisahan memang menyedihkan. Tapi gue gak akan lupain semua itu. Gue akan terus ingat kalau gue pernah kenal dengan kalian semua. Kapan-kapan kita ngumpul lagi ya, kawan

Buat : April, Nuri, Sesil, Fitri, Achi, Nur Sholihah, Ridwan, Kanayanda, Ade, Masda, Massuri, Putra, Sartawi, Risa, Desy, Umairah, yuli, dan semua peserta diklat kewirausahaan angkatan ke6. Terima kasih, ini pengalaman berharga dalam hidup gue. Terima kasih

Jumat, 20 November 2009

Tentang kelas gue


Gue gak tau harus ngomong apa lagi tentang kelas gue ini… kelas MOB. Sumpah, asli kelas gue ini kelas yang paling ancur sedunia (wuh lebay).
Orang-orangnya itu udah kayak tahan rumah sakit jiwa semua… arrghhhh…. Gue juga pusing ngeliat guru-guru pada dikerjain sama temen-temen gue itu. Mulai dari Pak jai, Bu Heny, Pak Gonot, Pak Sartono, dan semua guru-guru gue yang pernah dikerjain.
Hah, emang sarap-sarap semua temen-temen gue itu. Promotor utamanya sih si Daryanto. Beuh… kelakuannya itu buset dah…. Kayak nggak di didik hahaha (sori, dar)
Udah banyak banget masalah yang udah dia buat. Eh masih bisa aja bolos, ngerjain guru, ngancurin property kelas, dan banyak lagi deh.
Apalagi ada tambahan si Eko, Rico, Dicky, dan jepry. Udah lengkap banget penderitaan yang gue jalanin selama duduk dikelas MOB.
Guru lagi nerangin temen2 gue malah ketawa-ketawa. Guru dateng malah sekelas pulang. Bangku di acak-acak kayak kapal pecah. Oh Damn… dunia apa ini?
Tapi anehnya semua itu bikin gue ketawa terbahak-bahak. Lucu aja ngeliat kelas gue yang ‘rame’ banget. Tapi hati kecil gue pengen banget cepet-cepet keluar dari kandang monyet ini. Melepas penat menghirup udara bebas. Terbebas dari segala tuduhan masalah-masalah yang terjadi disekolah. Kalau ada masalah pasti yang pertama ditanyain kelas gue. Oh my god, kelas gue udah dicap kelas terancur oleh sekolah.]
Sempat terpikir buat pindah kelas. Tapi rasa solidaritas MOB emang yang paling baik menurut gue. Semuanya kompak (kecuali gue mungkin hhe). Mulai dari bolos bersama, touring bersama, apa-apa bareng deh…..
Suatu hari nanti mungkin geu bakalan ketawa sendiri mengenang masa-masa itu hahaha…. Makasih buat anak-anak MOB yang udah bikin gue ngakak tiap hari….

Aku dan duniaku


Kadang-kadang aku menyesal dengan apa yang ku pilih. Aku sudah terlambat bila ingin kembali lagi ke semula. Aku sudah terjebak ke dalam jurang ini. Bagaimana caranya aku kembali? Melupakan semua ini?
Aku sudah terlanjur mencintai duniaku ini. Tapi setengah hati ini berkata tidak. Aku selalu berpikir mengapa aku bisa masuk ke dunia ini? Aku selalu iri bila melihat mereka. Hati ini menangis. Memang tak terlihat, tapi bisa ku rasakan.
Harapan-harapan yang dulu dijanjikan sepertinya akan musnah ditelan waktu. Aku tidak sebaik mereka. Aku selalu berada jauh dari mereka. Aku tidak pantas bergaul dengan mereka ataupun semua orang yang sederajat dengannya. Aku malu… yah, malu
Tapi ada beberapa orang yang mendorongku untuk maju. Tidak boleh patah semangat untuk mencapai apa yang diinginkan. Pada saat seperti ini hatiku kembali seperti mendapat sebuah harapan. Aku berjuang mati-matian untuk mengejar mereka. Tapi rasanya semua itu sia-sia. Aku tetap saja seperti dulu, saat pertama kali masuk didunia ini. “BODOH”
Dengan semua hal itu aku jadi semakin bingung. Aku berhenti disini saja atau terus berjalan? Hatiku kembali menangis memikirkan semua itu. Cukup sudah hati ini disakiti. Aku tidak akan meneruskan duniaku ini. Bila kuteruskan mungkin hanya beberapa langkah ke depan…. lalu berhenti dan melihat mereka sukses. Ya, dari dulu memang mereka yang selalu dibanggakan. Aku hanya jadi produk gagal yang memebebaninya. Cukup sudah… terima kasih karena kau semua sudah memperkenalkan aku dengan dunia yang sangat menyenangkan ini. Tapi aku harus berhenti disini… teruslah berjalan, kawan… raihlah semua tujuan yang ingin kau raih.. aku hanya bisa mendoakan…. Terima kasih… terima kasih…..